KAJIAN KOMUNIKASI ALLAH TENTANG TAQWA, DZIKIR, DAN FALAH DALAM MAKNA SEMANTIK

Authors

  • Muhtadin Muhtadin Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama

DOI:

https://doi.org/10.32509/wacana.v13i1.77

Keywords:

Al Qur’an, Takwa, Dzikir, Falah

Abstract

Secara harfiyah kata takwa berasal dari kata waqaa-yaqii-wiqaayah yang berarti memelihara, menjaga, dan
lain sebagainya. Takwa juga berarti menghindar, dalam arti ini mencakup tiga aspek yaitu : Mmenghindar dari
sikap kufur dengan jalan beriman kepada Allah SWT; Berupaya melaksanakan perintah Allah dan menjahui larangan-
larangan-Nya dengan seoptimal mungkin; dan Menghundar dari segala aktifitas yang menjauhkan pikiran
dari Allah .SWT.
Kata dzikir secara harfiyah berasal dari kata dzakara-yadzkuru-dzikran. menurut M. Quraish Shihab bisa dikaitkan
dengan akal pikiran dalam arti mengingat atau dalam arti sesuatu yang mengantar akal untuk meraih apa
yang belum diraihnya. Inilah dzikir yang bermakna peringatan. Dzikir juga bisa diartikan dengan menghadirkan
ke dalam benak terhadap apa yang tadinya terlupakan dan inilah dzikir yang bermakna mengingat. Kata ddzikir
juga dapat dipahami dalam arti kemulian. Maksudnya adalah Al-Quran.
Makna dasar falah adalah keberuntungan. Kata falah ketika dihubungkan dengan ayat-ayat Al-Quran adalah
keberuntungan, keselamatan, dan langgeng dalam kenikmatan dan kebaikan. Hal ini tercermin dalam surat Ali
Imran ayat 130, tentang pelarangan riba. Dalam ayat ini yang diakhiri dengan peringatan Allah , supaya bertakwa
kepada-Nya agar orang mendapat keberuntungan. Orang yang menghalalkan riba diancam dengan api neraka.
Konsep Al-Quran tentang takwa, dzikir, dan falah adalah setali tiga uang, dimana ketiga konsep ini mempunyai
pencapaian hidup melangit dan hidup membumi. Pencapaian hidup melangit diapresiasikan oleh takwa dalam
bentuk keshalihan individu, sedangkan oleh dzikir dalam bentuk moralitas ilahiyyah yang berujung pada keberuntungan
atau keberuntungan dari Allah yang akan diterima di hari kelak.

References

Arifin, Bey, Mengenal Tuhan, PT Bina Ilmu, Surabaya,

t.t.

Atjeh, Aboe Bakar, Pengantar Ilmu Tarekat, Ramadhani,

Solo, cet. 7, 1992.

Dasuki, Hanafiah, dkk., Ddzikir, dalam Ensiklopedi Islam,

Jld. 5., t.p., t.tp. 1995.

Djamil, M Muhsin, Tarekat dan Dinamika Sosial Politik,

Tafsir Sosial Sufisme Nusantara, Pustaka Pelajar

Offset, Yogyakarta, 2005.

Faridl, Ahmad, al-Taqwa; al-Durratul Mafqudah waal-

Ghayah al-Mansyudah.

Hakim, Lukman, Rasalah Gusti, Surabaya, 1997.

HR Bukhari: 1/114, Muslim: 1/157-158, al-Tirmidzi:

X/87-88, Abu Dau: 4670 dan al-Nasai: VIII/97.

Ifram, Fuad, Munjid at-Tullab, Beirut: Darul Masyriq,

Jakarta: Pustaka Firdaus, cet. 2.

Paramadina, Jakarta, 1999.

al-Kumayi, Sulaiman, Berddzikir dan Sehat Ala Ustadz

H. Haryono, Menguak Pengobatan Penyakit,

dengan Daya Terapi Ddzikir, Syifa Press, Semarang,

Mandzur, Ibnu, Lisanul Arab, Beirut: Darus Sodir, t.t,

jilid 2.

Munawwir, A. Warson, Kamus al-Munawwir, Surabaya:

Pustaka Progressif, 1984.

Musthafa, Abdul Aziz, 10 Sebab dicintai Allah, terj.

Faishal , CMB Press, Jakarta, 2007.

an-Naisabury, al-Qusyairy, Risalatul Qusyairiyah, Induk

Ilmu Tasauf, terj. Muh

Syukur, M Amin, Dzikir Menyembuhkan Kankerku,

Hikmah, Jakarta, 2007.

Simpul-simpul Keagamaan Pribadi: Taqwa, Tawakkal,

dan Ikhlas,

Setiawan dkk., Ensiklopedi Nasional Indonesia, jld. 4,

Cipta Adi Pustaka, t.th.

Ash Shiddiqy, Teungku Muhammad Hasbi, Pedoman

Ddzikir dan Doa, Pustaka Riski Putra, Semarang,

Sunanto, Musyrifah, Sejarah Peradapan Islam, Raja

Grafindo Persada, Jakarta, 2005.

Syihab. M Quraish, Tafsir Al Mishbah Pesan, Kesan

Jakarta, Cet. V, 2006.

Yunus, Mahmud, Kamus Arab-Indonesia, Hidakarya

Agung, Jakarta, 1989..

Downloads

Published

2017-12-24

Issue

Section

Articles