PEMAHAMAN TENTANG PESAN SUBLIMINAL (Tinjauan Aspek Kualitatif dan Kuantitatif)
DOI:
https://doi.org/10.32509/wacana.v15i1.40Keywords:
subliminal, ketidaksadaran, persepsiAbstract
Subliminal telah menjadi isu utama sejak James A Vicary mengumumkan penelitian eksperimennya di tahun 1957. Tetapi banyak sarjana meragukan eksperimennya . Karena ia tidak menggunakan metode statistik yang benar. Kemudian pada 1973 Wilson Bryan Key datang dengan argumen kualitatif yang didasarkan pada psikoanalisis. Gambar seksual dan sensual tertanam pada pesan menjadi populer , terutama di tujuan periklanan . Tulisan ini mencoba untuk melihat subliminal dari perspektif yang berbeda yaitu dari perspektif kuantitatif .References
Howard Shervin, James A. Bond, Linda A. W. Brakel, Richard K. Hertel, and William J. Williams, Concious and Unconcious Processes: Psychodynamic, Cognitive, and Neuropshysiological Convergences (New York:The Guilford Press, 1996), 1.
Anders Ericsson and Herbert A. Simon, Protocol Analysis: Verbal Reports as Data (Cambridge, MA: The MIT Press, 1984), 50
Alex Sobur, Psikologi Umum (Pusataka Setia, Bandung, 2003), 111
Dirgagunarsa, Singgih, Pengantar Psikologi, Mutiara Sumber Widya, Jakarta, (1996), 63.
Djalaludin Rakhmat, Psikologi Komunikasi, Remaja Rosdakarya, Bandung, (2005), 19.
Sarwono, Sarlito Wirawan, Pengantar Umum Psikolog, Bulan Bintang, Jakarta, (1984), 58
Dirgagunarsa, Singgih, Pengantar Psikologi, Mutiara Sumber Widya, Jakarta, (1996), 65.