KOMUNIKASI PADA ANAK USIA DINI

Authors

  • Siti Anggraini Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama)

DOI:

https://doi.org/10.32509/wacana.v14i3.117

Keywords:

Pembelajaran, Pembentukan Karakter dan Harga Diri Anak

Abstract

Periode emas bagi perkembangan anak nampaknya masih banyak kurang diperhatikan dan dipahami oleh sebagian
masyarakat kita. Akibatnya berdampak terhadapm kesiapan anak memasuki jenjang persekolahan. Periode kritis
iuni memerlukantiga pilar utama yaitu gizi, kesehatan, dan pendidikan. Ketiga aspek ini besar pengaruhnya
terhadap kualitas anak dikemudian hari. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi dan kesehatan untukn
pengingkatan kualitas anak nampaknya jauh lebih baik dari pada kesadaran untuk pentingnya pendidikan.
Hasil-hasil penelitian menyimpulkan bahwa perkembangan intelektual terjadi sangat pesat paea tahun-tahun awal
kehidupan anak. Dalam hal ini tiga tahun pertama sangat menentukan bagi perkembangan selanjutnya. Banyak
pakar mengingatkann bahwa masa dini adalah masa keemasan bagi perkembangan kecerdasan anak. Salah satu
hasil penelitian yang dilakukan oleh Benyamin S. Bloom yang diperkuat oleh U. Sihombing (2001 p.2) adalah
bahwa pada usia 4 tahun kapasitas kecerdasan anak sudah mencapai 50% dan pada usia 8 tahun bertambah
menjadi 80%. Kemudian sisanya sekitar 20% terjadi pada masa duapuluhan tahun dikala anak menginjak dewasa.
Pembinaan terhadap tumbuh kembang anak pada masa dini bersifat komplek dan multidimensi. Pembinaa anak
secara utuh tidak bisa lepas dari tiga aspek utama yaitu perawatan dan perlindungan kesehatan, pemberian makanan
dan gizi yang cukup, serta pengasuhan dan pendidikan sesuai dengan tahap perkembangan dan potensi anak.

References

Johnson, D>W. Reaching Out, Interpersonal

Effectiveness An Sself-Actualization Eaglewood

Cliffs, Prentice-Hall 1981.

A. Supratiknya, Komunikasi Antarpribadi, Penerbit

Kanisius, 1995

W.S. Gerungan, Psikologi Sosial, PT Eresco Bandung

Alo Liliweri, M.S., Komunikasi Antarpribadi, PT Citra

Aditiya, Bandung, 1998.

SEmiawan,tainment, 21 Maret 1998.

_____ Acuan Menu Pembelajaran pada Anak Dini

Usia (Menu Pembelajaran Generik).Direktorat

PADU, Jakarta, 2002.

_____Kompetensi Dasar Pendidikan Anak Dini Usia,

Lahir --- 3 tahun, Depdiknas, Jakarta, Agustus

____Kompeensi Dasar Pendidikan Anak Dini Usia 4-6

tahun, Depdiknas, Jakarta, Agustus 2002.

Prinsip-Prinsip P endidikan RAsulullah oleh Prof.M.

Alawy Al Maliki.

Mala, Akil Gizi untuk Perkembangan kecerdasan anak

Perkembangan Kognitif dan Pembentukan Budi

Gardner, Howard. Multiple Intellegences. The Theory

in Practice. New York Basic Book. 1993.

Harlock, Child Development. NY Mc Graw Hill. 1978.

HBaihaqi A.K. Prof. DR. H.endidik Anak dalam

Kandungan. Jakarta Darul Ulum Press,2001.

Banker, Walter, Ph.D.hildhood Care Education. The

Challenge Livia Bernard Van Leer, 1987.

Bredekamp, Sue.Cople, Carol 1997.elopmentally

Appropriate Practice inhildhood Programs,

Washington DC. NAEYC, Publication.

Sihombing, U. dkk (Ed)Prosiding Pengembangan

Anak Dini Usia Komprehensif Jakarta: Penerbit

Wirakarsa, 1998.

Esa, E. Introduction to Early Education. Albany. N>Y:

Delmar 1996.

Ayahbunda, Tahun Pertama yang menentukan (Edisi

Khusus), Jakarta: Gaya Favorit Press, 2002.

Depdiknas, Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Dini Usia.

Edisi Perdana, Jakarta, Direktorat PADU, 2002.

Semiawan, Conny.R. Pendidikan Keluarga dalam Era

Global, Jakarta, Prenhalido, 2002.

Yayasan Kita dan Buah Hati. Penelitian tentang

Kesejehateraan Anak., Jakarta Menteri

Stanley Greenspan. The Effect Diathesis Hypothesis,

The Role of Emotions in the core. Defisit in

Autisda The Development Intelegence and

Social Skills Journal of Developmental and

Learning Disoredrs, Vol 5 Hal 46:2001.

Downloads

Published

2017-12-20

Issue

Section

Articles