KERJASAMA WWF (WORLD WIDE FUND) DAN BALAI TAMAN NASIONAL SEBANGU KALIMANTAN TENGAH DALAM KONVERSI LAHAN GAMBUT PERIODE 2016-2018
DOI:
https://doi.org/10.32509/mjir.v1i1.1329Keywords:
Kerjasama, Konservasi Alam, Lahan Gambut, Kebakaran HutanAbstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kerjasama WWF dan Balai Taman Nasional Sebangau Kalimantan Tengah dalam konservasi lahan gambut periode 2016-2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu melalui studi perpustakaan berupa buku, jurnal, web dan wawancara. Di dalam penelitian ini, teori atau konsep yang digunakan adalah kerjasama internasional, konservasi alam, taman nasional, organisasi internasional non-negara dan pembangunan berkelanjutan. Hasil penelitian merupakan bagaimana kerjasama yang dilakukan oleh WWF dan Balai Taman Nasional Sebangau dari pembagian peran, pendanaan, hambatan dan pelaksanaan hingga hasil dari kerjasama terkait konservasi lahan gambut. Hasil dari penelitian disimpulkan bahwa kerjasama dalam konservasi tersebut telah cukup berhasil dan melibatkan masyarakat sekitar.References
BUKU :
Gunawan, I. A. (2014). Buku Statistik Taman Nasional Sebngau. Palangkaraya: Balai Taman Nasional.
Nugraheni, N. (2017). Titik Balik Sebangau: Jejak Langkah 13 Tahun Memulihkan Ekosistem Gambut Kalimantan Tengah. Palangkaraya: Balai Taman Nasional Sebangau.
Dr. H Abdurrahman, S. M. (2003). PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM INDONESIA . PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM INDONESIA , 7.
Gabriel, & Martin, J. (1994). Worldviews and Theories of International Relations. New York City: Palgrave.
Mudiyarso, D. (2007). Protokol Kyoto Implikasinya bagi Negara Berkembang. Jakarta: buku kompas.
JURNAL :
Agnika, N. T. (2015). Peran Penting Ekspedisi untuk Konservasi. Jakarta: WWF.
Effendi, E. (2001). Pendekatan Inovatif Penggalangan Dana Tambahan Konservasi dan Ide Penerapan Desentralisasi Sistem Pembiayaan Taman Nasional. Analisis Keuangan Taman Nasional di Indonesia:, 1.
Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada. (2016, mei 31). Pengelolaan Lahan Gambut: Permasalahan, Tantangan dan Harapan. Diambil kembali dari Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada: http://fkt.ugm.ac.id/2016/05/31/kuliah-umum-pengelolaan-lahan-gambut-permasalahan-tantangan-dan-harapan/
Gambut, K. K. (2006). Strategi dan Rencana Tindak Nasional Pengelolahan Lahan Gambut Berkelanjutan. Jakarta: Departemen Dalam Negeri.
irwanto. (2006). keanekargaman fauna pada habitat mangrove. Yogyakarta.
Hardjowigeno, S. (1986). Genesis dan Klasifikasi Tanah. Bogor: Fakultas Pertanian IPB.
Kehutanan, K. L. (2016). Laporan Delegasi Republik Indonesia. UNFCCC, Kyoto Protokol and Paris Agrement, The Forty-fifth Sessions of The Subsidiary Bodies, and Its Prepartory Meeting.
Lennard, L. (2006). An Inconvenient Truth. USA: Movieclips Classic Trailers.
Lewis, D. (2009). Nongovernmental Organization, Definition and History. London: School of Economic and Political Science.
Prof. Emil Salim. (1962). Tokoh penting WWF Indonesia. Penggalangan dana dan pengembangan program, 21.
Nugraha, I. (2018). Berikut Penjelasan BRG soal Kemajuan Restorasi Lahan Gambut di Kalteng. Palangkaraya: mongabay.
Republik indonesia. (1982, januari). Undang-Undang Republik Indonesia. Nomor 4 Tahun 1982 Tentang ketentuan-ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup, hal. 1.
Setyawan, A. (2002). Biodiversitas Genetik, Spesies dan Ekosistem Mangrove di Jawa. Surakarta: Kelompok kerja biodiversitas jurusan biologi fakultas matematika dan pengetahuan alam.
Sutikno. (2003). Pengelolaan Ekosistem Pantai dan Pulau-pulau Kecil Dalam Perspektif Geografis. Proc. Seminar Nasional Pengelolaan Eksositem Pantai dan Pulau-pulau kecil dalam konteks Negara Kepulauan. Yogyakarta: Fakultas Geografi UGM.
UGM, F. K. (2016). Pengelolahan Lahan Gambut : Permasalahan dan Tantangan. Jogja: UGM.
Widjaja-Adhi, I. P., Nugroho, K., Suriadikarta, D., & Karama, A. (1992). Sumberdaya lahan raea : Potensi, keterbatasan dan pemanfaatan. Cisarua: Badan Litbang Pertanian.
WEBSITE :
BRGRI. (2016). About History. Jakarta: BRGRI.
BRGRI. (2016). About us. Diambil kembali dari Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia: https://brg.go.id/
ilmugeografi. (2016, November 10). Pengertian Taman Nasional dan Contohnya. Diambil kembali dari Ilmugeofrafi.com: https://ilmugeografi.com/ilmu-sosial/pengertian-taman-nasional
kumparan. (2019, mei 27). bisnis. Diambil kembali dari sebaran lahan gambut di Indonesia: https://kumparan.com/venture/sebaran-lahan-gambut-di-indonesia-1rA0g6UvcVl
Rahmat, R. (2014, Agustus 27). Dampak negatif kebaran hutan gambut. Diambil kembali dari environment article: https://environment-indonesia.com/dampak-negatif-kebakaran-hutan-gambut/
saturi, s. (2017, 02 25). balai TN sebangau selidiki hutan gambut terbabat jadi kanal. Diambil kembali dari mongabay.co.id: https://www.google.com/amp/s/www.mongabay.co.id/2017/02/25/balai-tn-sebangau-selidiki-hutan-gambut-terbabat-jadi-kanal/amp/
taman nasional sebangau. (2014, 02 15). about us. Diambil kembali dari taman nasional sebangau: https://www.tnsebangau.com/taman-nasional-sebangau/
Taman Nasional Sebangau. (2014, 02 25). About us. Diambil kembali dari Taman Nasional Sebangau: https://www.tnsebangau.com/taman-nasional-sebangau/
Taman Nasional Sebangau. (2015, 02 15). Visi-Misi Taman Nasional Sebangau. Diambil kembali dari Taman Nasional Sebangau: https://www.tnsebangau.com/visi-dan-misi-pengelolaan/
the conversation. (2018, januari 12). lingkungan: pengelolaan gambut berkelanjutan dan masalah akut kesenjangan ilmiah. Diambil kembali dari Pengelolaan gambut berkelanjutan dan masalah akut kesenjangan ilmiah: https://theconversation.com/pengelolaan-gambut-berkelanjutan-dan-masalah-akut-kesenjangan-ilmiah-89887
UNFCCC. (2005). guide process. Diambil kembali dari United Nation Convention on Climate Change: http://unfccc.int/resource/process/guideprocess-p.pdf
UNFCCC. (2007). Sekilas Tentang Perubahan Iklim. Diambil kembali dari United Nation Convention on Climate Change: https://unfccc.int/files/meetings/cop_13/press/application/pdf/sekilas_tentang_perubahan_iklim.pdf
WWF. (1996). About history. Diambil kembali dari WWF Internasional: https://www.worldwildlife.org/about/history
WWF. (2000). About us. Diambil kembali dari WWF Indonesia: https://www.wwf.or.id/tentang_wwf
WWF. (2001, 7 28). tentang kami, Organisasi. Diambil kembali dari WWF tentang kami: https://www.wwf.or.id/tentang_wwf/whoweare/organisasi/
WWF. (2004). About us. Diambil kembali dari WWF Indonesia.
WWF. (2015). About History. Jakarta: WWF.
WWF. (2015, june 12). Spesies Badak Jawa. Diambil kembali dari WWF: https://www.wwf.or.id/program/spesies/badak_jawa/
WWF Indonesia. (2006, maret 3). About us. Diambil kembali dari WWF Indonesia: http;//www.wwf.or.id/about_us
WWF Indonesia. (2019, 02 25). pengelolaan kolaboratif. Diambil kembali dari wwf.or.id: https://www.wwf.or.id/program/wilayah_kerja_kami/kalimantan/kayanmentarang/pengelolaan_kolaboratif.cfm
Badak Jawa. WWF Indonesia http://www.wwf.or.id/program/spesies/badak_jawa/
WWF-Indonesia, “Javan Rhino”, (Factsheet, 2011), http://www.wwf.or.id/en/news_facts/factsheets/?25260/Factsheet-Javan-Rhino[pdf]
Heart of Borneo: Sejarah HoB. Heart of Borneo Initiative http://heartofborneo.or.id/id/about/heart-of-borneo-on-track
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).