Peran Komunikasi Dokter Dalam Kepercayaan Pasien Klinik Venice Tebet

Authors

  • Rika Nolia Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.32509/dinamika.v10i2.4570

Keywords:

Komunikasi Interpersonal, Kepercayaan Pasien, Layanan Kecantikan

Abstract

Perkembangan bisnis klinik kecantikan yang sangat pesat menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan perawatan kecantikan. Dalam industri yang kompetitif ini, membangun dan mempertahankan kepercayaan pasien menjadi faktor strategis untuk kesuksesan klinik. Penelitian ini berfokus pada peran komunikasi interpersonal dokter sebagai elemen kritis dalam membentuk kepercayaan pasien di Klinik Kecantikan Venice-Tebet. Efektivitas komunikasi tidak hanya memengaruhi persepsi pasien terhadap kualitas layanan, tetapi juga menjadi media untuk memahami keluhan dan kebutuhan pasien secara holistik. Studi ini menganalisis lima indikator komunikasi interpersonal yang esensial openness (keterbukaan), empathy (empati), supportiveness (dukungan), positiveness (sikap positif), dan equality (kesetaraan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kelima indikator tersebut secara konsisten mampu menciptakan hubungan dokter-pasien yang harmonis, meskipun tantangan seperti keterbatasan finansial pasien masih menjadi kendala dalam optimalisasi indikator empati. Selain itu, komunikasi interpersonal yang efektif berkontribusi pada peningkatan loyalitas pasien dan citra klinik. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi manajemen klinik untuk memperkuat pelatihan komunikasi bagi tenaga medis, serta menyusun strategi layanan yang lebih inklusif.

References

Aulia, R. P. (2010). Analisis faktor kepercayaan dan implikasinya terhadap loyalitas pelanggan pada produk Speedy [Tesis master, Universitas Diponegoro].

Aw, S. (2011). Komunikasi interpersonal. Graha Ilmu.

Baym, N. K. (1998). The emergence of on-line community. In S. Jones (Ed.), Cybersociety: Computer-mediated communication and community (pp. 138-163). Sage.

Budayantna, M., & Geinem, L. (2014). Teori komunikasi antarpribadi. Kencana Prenada Media Group.

Cangara, H. (2018). Pengantar ilmu komunikasi (Edisi Revisi). PT RajaGrafindo Persada.

Cutlip, S. M., Center, A. H., & Broom, G. M. (2007). Effective public relations (Edisi ke-9). Kencana.

DeVito, J. A. (1997). Komunikasi antarmanusia. Professional Books.

DeVito, J. A. (2013). The interpersonal communication book (Edisi ke-13). Pearson.

Effendy, O. U. (2003). Komunikasi teori dan praktek. Remaja Rosdakarya.

Effendy, O. U. (2006). Humas suatu studi komunikasi. Remaja Rosdakarya.

Endra, B. S., & Febri. (2017). Komunikasi medis: Hubungan dokter-pasien. Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Magna Medica, 1(4), 45-52.

Fourianalistyawati, E. (2012). Komunikasi relevan dan efektif antara dokter dan pasien. Jurnal Psikogenesis, 1(1), 12-25.

Gunawan, I. (2013). Metodologi penelitian kualitatif: Teori dan praktik. Bumi Aksara.

Kasus dr. Ayu cermin buruknya pola komunikasi dokter. (2013, 27 November). Kompas.com. https://www.health.kompas.com/read/2013/11/27/1112040

Liliweri, A. (2007). Dasar-dasar komunikasi kesehatan. Pustaka Pelajar.

Mulyana, D. (2013). Metodologi penelitian kualitatif: Paradigma baru ilmu komunikasi dan ilmu sosial lainnya. Remaja Rosdakarya.

Manopo, H. B., Wowor, R., & Katuuk, M. E. (2014). Studi komunikasi interpersonal pasien Rumah Sakit Bethesda Tomohon instalasi rawat jalan poliklinik kandungan/kebidanan. Acta Diurna, 1(2), 1-12.

Potret komunikasi dokter pasien. (2011, 9 April). Mesty Ariotedjo. http://mestyariotedjo.com/potret-komunikasidokter-dan-pasien/

Rachmania, P. (2011). Pola komunikasi dokter terhadap pasien dalam proses penyembuhan di Klinik Makmur Jaya [Skripsi sarjana, UIN Syarif Hidayatullah].

Downloads

Published

2025-07-09

Issue

Section

Articles