DISTRIBUSI FREKUENSI PERUBAHAN GINGIVA PADA PEROKOK
DOI:
https://doi.org/10.32509/jitekgi.v13i2.844Keywords:
rokok, gingiva, pigmentasi gingiva, gingivitisAbstract
Pendahuluan: rokok dapat menimbulkan efek yang berbahaya pada setiap jaringan tubuh termasuk rongga mulut, salah satunya gingiva. Dampak negatif merokok antara lain gingivitis dan pigmentasi gingiva. Tujuan: untuk memberikan informasi mengenai frekuensi perubahan gingiva pada perokok, sehingga diharapkan para perokok dapat menghentikan kebiasaan merokok. Hasil: hasil penelitian menunjukkan dari 30 subjek penelitian yang diperiksa, sebanyak 27 subjek mengalami pigmentasi gingiva, 29 subjek mengalami gingivitis, 18 subjek memiliki skor gingiva berupa inflamasi ringan dan 12 subjek mengalami inflamasi sedang. Diskusi: pigmentasi gingiva disebabkan karena kandungan nikotin dan benzopyrene dalam asap rokok yang merangsang produksi melanin berlebihan yang berasal dari melanosit. Gingivitis pada perokok terjadi karena kandungan tar yang mengendap pada gigi, menyebabkan permukaan gigi menjadi kasar sehingga plak mudah melekat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswa di FKG UPDM(B) dengan jumlah subjek penelitian 30 orang yang diambil dengan cara quota sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pemeriksaan klinis gingiva secara visual dan pemeriksaan status gingiva berdasarkan indeks gingiva. Kesimpulan: merokok terbukti dapat menyebabkan terjadinya perubahan pada gingiva.References
Kusuma ARP. Pengaruh merokok terhadap kesehatan gigi
dan rongga mulut. Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung.
; Vol. 49 No. 124
Poana PM, Mariati NW, Anindita PS. Gambaran status
gingiva pada perokok di desa buku kecamatan belang
kabupaten minahasa tenggara. Jurnal e-gigi(eG). 2015;
Vol. 3 No. 1: 223-228
Ramadhani ZF, Putri DKT, Cholil. Prevalensi penyakit
periodontal pada perokok di lingkungan batalyon infanteri
/manuntung barabai hulu sungai tengah. Dentino: Jurnal
kedokteran gigi. 2014; Vol. 2 No. 2 : 115-119
Pejcic A, Obradovic R, Kesic L, Kojovic D. Smoking and
periodontal disease, a review. Facta universitatis series:
medicine and biology. 2007; Vol. 14 No. 2: 53-59
Multani S. Interrelationship of smoking, lip, and gingival
melanin pigmentation, and periodontal status. Addict
health. 2013; Vol. 5 No.1: 57-65
Putri DI. Pengaruh warna kulit dan tingkat peradangan
gingiva perokok terhadap perubahan warna gingiva.
[Skripsi]. Universitas hasanuddin Makassar; 2013.
(Diakses 16 Desember 2016). Tersedia di: http://
repository.unhas.ac.id/handle/123456789/16822
Kodir AIA. Teknik bedah dengan skalpel pada
hiperpigmentasi gingiva. Odonto dental journal. 2014; Vol.
No. 2: 40-45
Feier I, Onisei D. The plurivalence of the interpretation of
correlation between plaque score and bleeding score.
Journal of romanian medical dentistry. 2009; Vol. 13 No.
: 45-48
Tadakamadla J, Kumar S, Nagori A, Tibdewal H,
Duraiswamy P, Kulkarni S. Effect of smoking on oral
pigmentation and its relationship with periodontal status.
Dental research journal. 2012; Vol. 9 No. 1: 112-114
Scheid RC, Weiss G. Woelfel Anatomi Gigi. Edisi 8.
Terjemahan: Siswasuwignya P, Yusuf HY, Lubis S.
Siswasuwignya P, Juwono L, editor. Jakarta: Penerbit
Buku Kedokteran EGC; 2011: 210-215
Manibuy KD, Pangemanan DHC, Siagian KV. Hubungan
kebiasaan merokok dengan status gingiva pada remaja usia
-19 tahun. Jurnal e-gigi(eG). 2015; Vol. 3 No. 2: 556-